Senin, 20 Februari 2017

Teori Geosentris, Bumi dikelilingi

Teori geosentris yaitu teori yang menyebutkan kalau sebagai pusat dari tata surya yaitu bumi, berdasar pada dari arti dengan cara bahasapun sekian. Kata geosentris datang dari kata geo yang bermakna bumi serta centre yang bermakna pusat. Teori ini menampik pada pendapat teori egosentries yang menyebutkan kalau manusialah sebagai pusat tata surya.



Teori geosentris melukiskan kalau kedudukan benda langit dalam tata surya berpangkal di pusat bumi. Alam semesta geosentris adalah alam semesta jenis Ptolomeus yang mendudukan bumi sebahgai pusat di alam semesta, Claudius Ptolomeus (100-178 M) menguraikan kalau bumi bermakna tengah dikelilingi delapan lingkaran, yang membawa bln., matahari, bintang-bintang, serta lima planet yang di ketahui waktu itu : Merkurius, Venus, Mars, Jupiter serta Saturnus.

Pemikiran mengenai gerak benda langit telah dikerjakan beberapa ratus th. sebelumnya masehi. Prosesnya diawali mulai sejak Anaximander (611-546 SM) bikin jenis geosentris pertama dengan mengungkap kalau Bumi datar, tak bergerak, serta dikelilingi oleh Matahari, Bln., serta bintang-bintang yang terdapat pada kulit-kulit bola. Lalu Phytagoras (569-475 SM), yang mengajarkan kalau bola yaitu bentuk geometri yang paling prima, mengubah pada jenis terlebih dulu dengan menyampaikan kalau bentuk Bumi yaitu bulat. Penambahan mendetail juga didapatkan dari Eudoxus (408 SM) mengenai gerak benda langit yang melingkar

Awal kemunculan teori ini dipelopori oleh Aristoteles yang memiliki pendapat kalau bumi itu bulat. Aristoteles juga memberi alasan yakni saat berlangsung gerhana ada bayang-bayang lengkung pada bln. yang dikarenakan oleh posisi bumi. Teori ini dapat diperkuat oleh Hippercus (190-120 SM) dengan jenis tata surya ciptaannya yang berdasar pada teori geosentris.

Sesungguhnya pada saat itu ada dua teori mengenai tata surya yang begitu bertentangan satu dengan yang lain, yakni teori yang disibakkan oleh Aristarchus (310-230SM) yang lalu di kenal dengan sebutan teori heliosentris. Walau demikian pada saat itu pendapat dari Aristarchus tak memperoleh tanggapan dari pihak gereja, yang mana pada saat itu gerejalah yang mempunyai wewenang paling tinggi dalam pemerintahan. (untuk permasalahan heliosentris ini sudah kami ulas terlebih dulu J). Serta teori ini diakui hingga hamper 1400 th.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar